“Ada satu tempat dimana waktu berhenti. Butiran air hujan bergelantungan kaku di udara. Bandul jam bergerak separuh ayunan. Anjing-anjing mengangkat moncong mereka ke dalam lorong sunyi. Pejalan kaki membeku di jalanan berdebu, seakan kaki mereka terjerat tali. Aroma kurma, mangga, ketumbar, dan rempah-rempah tertahan di angkasa.
Ketika seorang kelana berjalan menuju tempat ini dari arah mana pun, ia akan bergerak semakin lambat. Debar jantungnya melemah, napasnya tersenggal-senggal, suhu tubuhnya turun, pikirannya kosong, hingga akhirnya ia mencapai pusat kematian dan berhenti. Inilah pusat waktu.” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 51)

“Di dunia seperti ini waktu adalah sesuatu yang tidak kontinyu, Waktu merenggang seperti jaringan saraf, Dari jauh tampat tersambung, tetapi dari dekat terepas satu-satu, dengan celah-celah berukuran mikroskopik tiap helainya. Gerakan saraf mengalir melalui satu segmen waktu, tiba-tiba berhenti, jeda, melompat dari kehampaan, dan hasilnya tampak di segmen berikutnya,” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 105)

***

Ah waktu. Betapa relatifnya waktu dunia. Angka-angka…

Lihat pos aslinya 228 kata lagi

8ruleshijab

 

Mau Tampil Cantik?
Makanya Berhijaab..
Mau Berhijab Cantik?
Makanya ikutin aturannya..
Cuma 8 kok 😉

Be The Real Muslimah..
8 Rules of Hijaab:
1. Menutupi dada & seluruh tubuh, bukan membungkus
2. Tidak tipis dan menerawang
3. Tidak berupa perhiasan/ pakaian yang mencolok
4. Tidak sempit atau ketat
5. Diulur bukan dililit
6. Bukan ajang pamer & tabarruj
7. Tidak ada punuk onta
8. Tidak memakai minyak wangi berlebih

Hukum Seputar Darah Wanita: HAID

Jadi perempuan emang spesial bgt yaa.. tiap bulan aja kedatangan tamu istimewa.. tapi udah pada tau hukum-hukumnya belum? wah berabe banget kalo sampe gatau.. Ini nih baca penjelasannya.. pahami hukum-hukumnya!! -share dari muslimah.or.id-

Hukum Seputar Darah Wanita: HAID

Penulis: Ummu Hamzah
Muroja’ah: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar

Pada tulisan yang telah lalu telah dibahas mengenai hal-hal yang diharomkan bagi wanita haid. Pada tulisan bagian kedua ini, akan dipaparkan tiga permasalahan penting terkait wanita haid, yaitu mengenai boleh tidaknya wanita haid masuk ke dalam masjid serta menyentuh dan membaca Al Qur’an.

Bolehkah seorang wanita yang sedang haid masuk dan duduk di dalam masjid ?

Sebagian ulama melarang seorang wanita masuk dan duduk di dalam masjid dengan dalil:

لاَأُحِلُّ الْمَسْجِدُ ِلحَائِضٍُ وَلا َجُنُبٍ

“Aku tidak menghalalkan masjid untuk wanita yang haidh dan orang yang junub.”(Diriwayatkan oleh Abu Daud no.232, al Baihaqi II/442-443, dan lain-lain)

Akan tetapi hadits di atas merupakan hadits dho’if (lemah) meski memiliki beberapasyawahid (penguat) namun sanad-sanadnya lemah sehingga tidak bisa menguatkannya dan tidak dapat dijadikan hujjah. Syaikh Albani –rahimahullaah– telah menjelaskan hal tersebut dalam ‘Dho’if Sunan Abi Daud’ no. 32 serta membantah ulama yang menshahihkan hadits tersebut seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu al Qohthon, dan Asy Syaukani. Beliau juga menyebutkan ke-dho’if-an hadits ini dalam Irwa’ul Gholil’ I/201-212 no. 193.

Berikut ini sebagian dalil yang digunakan oleh ulama yang membolehkan seorang wanita haid duduk di masjid (Jami’ Ahkamin Nisa’ I/191-192):

  1. Adanya seorang wanita hitam yang tinggal di dalam masjid pada zaman Nabishallallahu’alaihi wa sallam. Namun tidak ada dalil yang menyatakan bahwa Nabishallallahu’alaihi wa sallam memerintahkannya untuk meninggalkan masjid ketika ia mengalami haidh.
  2. Sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu’anha“Lakukanlah apa yang bisa dilakukan oleh orang yang berhaji selain thowaf di Baitullah.” Larangan thowaf ini dikarenakan thowaf di Baitullah termasuk sholat, maka wanita itu hanya dilarang untuk thowaf dan tidak dilarang masuk ke dalam masjid. Apabila orang yang berhaji diperbolehkan masuk masjid, maka hal tersebut juga diperbolehkan bagi seorang wanita yang haidh.

Kesimpulan:

Wanita yang sedang haid diperbolehkan masuk dan duduk di dalam masjid karena tidak ada dalil yang jelas dan shohih yang melarang hal tersebut. Namun, hendaknya wanita tersebut menjaga diri dengan baik sehingga darahnya tidak mengotori masjid.

Bolehkah seorang wanita yang sedang haid membaca Al Qur’an (dengan hafalannya) ?

Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita yang haid dilarang untuk membaca Al Qur’an (dengan hafalannya) dengan dalil:

لاَ تَقرَأِ الْحَا ءضُ َوَلاََ الْجُنُبُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْانِ

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikitpun dari Al Qur’an.”(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi I/236; Al Baihaqi I/89 dari Isma’il bin ‘Ayyasi dari Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar)

Al Baihaqi berkata, “Pada hadits ini perlu diperiksa lagi. Muhammad bin Ismail al Bukhari menurut keterangan yang sampai kepadaku berkata, ‘Sesungguhnya yang meriwayatkan hadits ini adalah Isma’il bin Ayyasi dari Musa bin ‘Uqbah dan aku tidak tahu hadits lain yang diriwayatkan, sedangkan Isma’il adalah munkar haditsnya (apabila) gurunya berasal dari Hijaz dan ‘Iraq’.”

Al ‘Uqaili berkata, “Abdullah bin Ahmad berkata, ‘Ayahku (Imam Ahmad) berkata, ‘Ini hadits bathil. Aku mengingkari hadits ini karena adanya Ismail bin ‘Ayyasi’ yaitu kesalahannya disebabkan oleh Isma’il bin ‘Ayyasi’.”

Syaikh Al Albani berkata, “Hadits ini diriwayatkan dari penduduk Hijaz maka hadits inidhoif.” (Diringkas dari Larangan-larangan Seputar Wanita Haid dari Irwa’ul Gholil I/206-210)

Kesimpulan dari komentar para imam ahli hadits mengenai hadits di atas adalah sanad hadits tersebut lemah sehingga tidak dapat digunakan sebagai dalil untuk melarang wanita haid membaca Al Qur’an.

Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha beliau berkata, “Aku datang ke Mekkah sedangkan aku sedang haidh. Aku tidak melakukan thowaf di Baitullah dan (sa’i) antara Shofa dan Marwah. Saya laporkan keadaanku itu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, ‘Lakukanlah apa yang biasa dilakukan oleh haji selain thowaf di Baitullah hingga engkau suci’.” (Hadits riwayat Imam Bukhori no. 1650)

Seorang yang melakukan haji diperbolehkan untuk berdzikir dan membaca Al Qur’an. Maka, kedua hal tersebut juga diperbolehkan bagi seorang wanita yang haid karena yang terlarang dilakukan oleh wanita tersebut -berdasar hadits di atas- hanyalah thowaf di Baitullah. (Jami’ Ahkamin Nisa’ I/183)

Kesimpulan:

Wanita yang sedang haid diperbolehkan untuk berdzikir dan membaca Al Qur’an karena tidak ada dalil yang jelas dan shohih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang melarang hal tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam. Baca lebih lanjut

# Adakah kira…

# Adakah kiranya secercah cahaya atas asa yang telah digantungkan tinggi di langit gemintang?
@ Tentu ada anak muda.. Ikhtiar,,
# Ikhtiar?
@ Ya.. tak cukup kau torehkan cita nan centang perentang di angkasa angan..
Maka maksimalkan usaha kerasmu.. doamu.. rasa optimismu.. dan semangatmu..
mereka yang akan menggiringmu tuk semakin mendekati ketercapaian impian..
# Akankah keajaiban datang pada pemimpi macam diriku?
@ Bukan kejaiban sekedar keajaiban..
Tapi Rabbmu Sang Penguasa Jagad ini.. yang akan memberikan yang terbaik untukmu,,
# Sudikah kiranya Ia kabulkan permintaan hamba penuh dosa macam diriku?
@ Allah Yaa Ghaffar.. Mohonlah ampun padaNya.. mendekatlah selalu padaNya,,
kau akan menyesap manisnya iman dan nikmatnya sari-sari keberkahan..
dan Tuhanmu Yang Maha Menciptakan, tidak tidur lagi tidak lupa..
Segala jerih payahmu kan berbalas..
Dia mengikuti prasangka hambaNya..
Maka optimislah..
Yakinlah.. Ia Maha Kuasa lagi Maha Berkehendak..
Ia Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-hambaNya..

“Laa Tahzan.. Innallaaha ma’anaa” ^_^

Pertanyaan: “Ba…

Pertanyaan: “Bagaimana agar kita tahu cewek itu baik untuk kita, bang tere?”

Jawaban: Banyak sekali caranya. Salah-satunya (dan jelas ini hanya salah-satunya) adalah, lihatlah bagaimana dia menjaga kehormatan diri sendiri, dan kehormatan orang-orang di sekitarnya.

Kehormatan diri sendiri adalah tentang menjaga perasaan, berpakaian, berpenampilan, membawa diri, bergaul dan sebagainya. Kehormatan orang2 di sekitarnya adalah tentang meletakkan, menghargai dan memperlakukan orang lain, mulai dari cara bicara hingga sikap dan perbuatan. Kalau dia suka menunjuk2, menyuruh2, membantah sembarangan, jelas tidak. Kalau dia bahkan berpakaian saja tidak merasa penting, jelas tidak.

Jika wanita itu bisa menjaga kehormatan diri sendiri dan kehormatan orang2 di sekitarnya, maka dekat sekali dia dengan mampu menjaga kehormatan suami dan keluarganya kelak.
(Darwis Tere Liye)

EMBUN LAUT

Kata Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H), ‘Ada 10 hal yang tidak mendatangkan manfaat’.
Image
Pertama, ilmu yang tidak diamalkan. Kedua, amal yang tidak ikhlas dan tidak sesuai tuntunan. Ketiga, harta yang tidak di-infak-kan untuk akhirat. Keempat, hati yang hampa dari cinta, rindu, dan kedekatan dengan Allah. Kelima, badan yang tidak mau diajak untuk ketaatan. Keenam, cinta yang tidak diikat dengan ridha Allah dan taat kepada-Nya. Ketujuh, waktu yang terbuang sia-sia dari melakukan kebaikan. Kedelapan, pemikiran yang tidak mendatangkan manfaat. Kesembilan, aktivitas yang tidak mendekatkan dirimu kepada Allah dan tidak mengajakmu untuk memperbaiki agamamu. Kesepuluh, takut dan harapmu kau sandarkan kepada orang lain, padahal mereka juga berada di genggaman Allah dan tidak dapat memberi manfaat, mudharat, hidup, mati, dan kebangkitan.

Pangkal dari itu semua adalah dua hal: menyia-nyiakan hati dan menyia-nyiakan waktu.

Menyia-nyiakan hati adalah dengan terlalu terpikat dengan dunia. Menyia-nyiakan…

Lihat pos aslinya 37 kata lagi

Palestina, Bagaimana Aku Bisa Melupakanmu?

#PrayForPalestine

Pohon Gula

Ketika     rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer 
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir 
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran 
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan 
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika     luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas 
mereka.

Ketika     kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi
air
mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika     anak-anak kecil di Gaza belasan tahun  bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan tim-
pukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan
tangan dan lengannya, siapakah yang tak 
menjerit serasa anak-anak kami…

Lihat pos aslinya 192 kata lagi

Wanita Sholehah

Aduhai cantiknya wanita sholihah.. cantik lahirnya, cantik batinnya..
Yuk.. jadi wanita sholehah..
Dengan memenuhi kriteria wanita sholehah..
Agar kau menjadi wanita seutuhnya..
Agar bidadari cemburu padamu.. 🙂

Wanita sholehah..
Tak cuma jadi dambaan pria..
Tapi jadi kecintaan Sang Pemilik Jiwa..
Tak cuma membanggakan kedua orang tua..
Tapi jadi sosok teladan bagi sesama..
#
Wanita sholehah..
Allah tujuan hidupnya..
Muhammad suri tauladannya..
Al Qur’an penuntun hidupnya..
Jihad jalan yang dititinya..
Syahid di jalan Allah cita tertingginya..
#
Wanita sholehah..
Tidak sekedar mengaku muslimah..
Melainkan benar-benar menempa diri menjadi mukminah..
Senantiasa menjunjung syariah..
Mengabdikan diri untuk Allah, untuk bangsa dan agama dengan penuh kiprah..
#
Wanita sholehah..
Tak jemu mendidik diri menjadi qonitah..
menjadi hafidzoh..
menjadi ‘abidah..
menjadi taibah..
menjadi sosok yang meneladani akhlak khadijah, fathimah, asiah, serta aisyah..
#
Semoga Allah senantiasa membimbing diri-diri ini menjadi permata terindah 🙂

Cinta Dakwah

“semoga bait-bait ini memberikan secercah jawaban dariku untukmu saudariku penoreh Catatan Pelangi..”

bicara cinta..
aku cinta.. aku cinta pada Sang Pemilik jiwaku.. aku cinta pada suri tauladanku.. aku cinta pada agama yang menjadi jalan hidupku.. dan aku ingin membuktikan kecintaanku itu dengan menapakkan kakiku dalam sebuah padang perjuangan bernama “dakwah”..

karena dakwah..
yang membuatku, kedua orang tua, orang-orang disekelilingku, dan seluruh muslim di dunia menyesap manisnya nilai Islam..
yang menyiram, memupuk, dan menyinariku hingga kelak mekar menawan..
yang mendidikku menjadi seorang muslimah, mukminah, qonitah, sholihah..
yang menempaku menjadi tangguh dan berIslam secara utuh..

berkat dakwah..
aku belajar berbagi.. aku belajar memahami.. aku belajar tak memikirkan diri sendiri.. aku belajar keikhlasan, kontinuitas, dan pengorbanan..
berkat dakwah..
aku mengerti pentingnya jamaah.. aku memaknai arti ukhuwah.. aku meresapi urgensi “Lillah”..

dengan dakwah..
aku merasakan kerasnya perjuangan..
aku merasakan sakitnya fitnahan dan perlawanan.,
aku merasakan kelelahan dan segala daya upaya dengan penuh keberkahan..

bersama dakwah..
aku terjun dalam jurang amal dan mendaki gunung penuh cinta hakiki..
aku merangkai persaudaraan dengan para perindu syurga yang tak kenal jemu meluncurkan manufer amal yaumi..
aku termotivasi tuk beraksi perbaiki diri & generasi, tak hanya berkata-kata dan terduduk gigit jari..

karena, berkat, dengan, bersama.. ah.. masih banyak lagi.. dan untaian kataku tak kan sanggup menggambarkan kecintaanku padanya.. ya,, pada dakwah 🙂:)
#semoga keistiqomahan mengiringi tapak-tapak suci para tentara Ilahi.. rabithah penuh cinta kupersembahkan untukmu saudara saudariku ^_^^_^

Jlbab, jangan menunggu kesiapan, siapkan diri, sebab keikhlasan memakainya adalah satu dari bukti cinta kepadaNya (inspirasi twitografi asma nadia dan Ummi, Cinta di Ujung Sajadah)