“Ada satu tempat dimana waktu berhenti. Butiran air hujan bergelantungan kaku di udara. Bandul jam bergerak separuh ayunan. Anjing-anjing mengangkat moncong mereka ke dalam lorong sunyi. Pejalan kaki membeku di jalanan berdebu, seakan kaki mereka terjerat tali. Aroma kurma, mangga, ketumbar, dan rempah-rempah tertahan di angkasa.
Ketika seorang kelana berjalan menuju tempat ini dari arah mana pun, ia akan bergerak semakin lambat. Debar jantungnya melemah, napasnya tersenggal-senggal, suhu tubuhnya turun, pikirannya kosong, hingga akhirnya ia mencapai pusat kematian dan berhenti. Inilah pusat waktu.” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 51)

“Di dunia seperti ini waktu adalah sesuatu yang tidak kontinyu, Waktu merenggang seperti jaringan saraf, Dari jauh tampat tersambung, tetapi dari dekat terepas satu-satu, dengan celah-celah berukuran mikroskopik tiap helainya. Gerakan saraf mengalir melalui satu segmen waktu, tiba-tiba berhenti, jeda, melompat dari kehampaan, dan hasilnya tampak di segmen berikutnya,” (Mimpi-Mimpi Einstein, Alan Lightman, hal 105)

***

Ah waktu. Betapa relatifnya waktu dunia. Angka-angka…

Lihat pos aslinya 228 kata lagi

About maritsaniswah

Jilbaber Surabaya | Love Allah n Rasulullah | Still learning a lot about many things

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s