Yang namanya remaja tuh “demeeen” banget ngobrolin cinta.. paling semangat juga ngomongin “hati”..
Bicara cinta.. Apa sih cinta?
Cinta = Al Mahabbah; artinya, kasih sayang.
Kalo kata Abdullah Nasih Ulwan nih, Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang.
Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dari kehidupannya..
Orang jatuh cinta tuh tanda-tandanya begini nih: kagum/simpatik, berharap, takut, rela, dan selalu ingat kepada yang dicintai.

Nah, kamu Ngaku ber-Islam kan? Ngaku ber-Iman kan?
Orang yang beriman, sejak “memproklamirkan” Tiada Tuhan selain Allah dan beriltizam (berkomitmen) sepenuh hati, maka Allah harus menempati posisi tertinggi cintanya..
So, tanda-tanda cinta tadi harus ditautkan pada Allah..

  • KAGUM terhadap kebesaran & kekuatan Allah (QS. 59: 24)
  • MENGHARAP kepada Allah (QS. 39: 53)
  • RELA menerima segala ketentuan Allah
  • SELALU MENGINGAT Allah (QS. 13: 28, 63: 9, 59: 19, 2: 152)

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…”
(QS. 2: 165)

cinta Allah

 

Teruuus, kalo cinta Allah musti ngapain??
Tentu gak cuma sekedar jadi ‘abid (ahli ibadah), tapi juga mewujudkannya dalam upaya menegakkan agama-Nya.. Dakwah yak dakwah.. Dakwah tuh keharusan 🙂

Menurut Ibnu Qoyyim Al Jauzi, ada hal-hal yang bisa kita lakukan untu

k menggapai cinta Allah..

Pertamamembaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya.
Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku.

Keduamendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.
Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

Ketigaterus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya.
Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

Keempatlebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya.
Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelimamerenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah.
Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah.

Keenammemperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin.
Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh-inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

Kedelapanmenyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilanduduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shiddiqin.
Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Kesepuluhmenjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap hela nafasnya.

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 🙂

About maritsaniswah

Jilbaber Surabaya | Love Allah n Rasulullah | Still learning a lot about many things

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s