Seiring berputarnya roda peradaban, teknologi pun dikembangkan. Tren dan gaya hidup terus bermunculan mengikuti zaman. Tak ayal lagi, para remaja putri yang rajin mengaji dan menebar nilai-nilai islami, kerap dianggap eksklusif, nggak gaul  dan kuper (a.k.a kurang pergaulan). Life style “berbau” Barat sangat menjamur dan menghimpit para akhwat, sehingga gaya gadis-gadis syar’i ini dipandang orang sebagai sesuatu yang jadul atau nggak up to date.

Padahal tren yang gonta-ganti di kalangan remaja itu tidak bisa dihindarkan, baik fun, food, maupun fashion yang ketiganya tengah gencar diproklamirkan oleh kalangan yang memimpikan kehancuran remaja muslim.  Lihat aja gaya remaja yang lagi marak sekarang. Mereka yang menyatakan dirinya “gaul” senang sekali nongkrong di cafe atau mall beken, menenteng BB dan gadget terbaru kemana-mana, memakai pakaian bermerk, yang berjilbab pun mengikuti tren busana muslimah “gaul” keluaran terbaru, bahkan saat menyeringai tak jarang dari mereka yang menunjukkan behel fashion membingkai gigi mereka. Lebih miris lagi, banyak orang tua sengaja memberikan uang berlebih kepada anaknya, agar buah hatinya itu tampak keren dan dirinya tampak “wah” dihadapan relasi atau teman arisan. Yaah,, memang lagi-lagi gara-gara gengsi.

Karena itu, seorang muslimah harus dapat membingkai dan membawa diri sebaik mungkin, sehingga tidak kuper namun tetap syar’i. Jadi akhwat ya gaul, ya islami. Siapa bilang akhwat harus melulu berteman dengan yang berjilbab. Pertemanan itu bisa dengan siapa saja kok. Tapi kalau masalah sahabat, beda lagi. Justru jika kita berteman dengan yang belum faham benar tentang islam, maka dia bisa menjadi ladang amar makruf bagi kita. Lumayan kan, sambil menjalin pertemanan, sambil berdakwah, sambil nabung pahala.

Nggak salah juga kok bergaul antara laki-laki dan perempuan. Lagi-lagi asalkan dalam batas-batas yang syar’i. Nggak mau dong kalo dianggap cewek jutek atau lesbi (ups.. sorry) gara-gara selalu menyepi sendiri dan tidak berinteraksi dengan laki-laki sama sekali. Sebagai akhwat kita harus tunjukkan sikap ramah pada siapa saja, termasuk kaum adam. Tapi dalam konteks berinteraksinya bukan untuk “iseng-iseng”, selalu menjaga pandangan, dan tidak berkhalwat atau ikhtilat (baca: berduaan dengan lawan jenis atau bercampur baur dengan lawan jenis).

Perihal obrolan, juga nggak ada salahnya kok bagi kita untuk mengikuti tren pembicaraan yang sedang booming. Bukan berarti para akhwat harus menelan bulat-bulat informasi yang didapat, melainkan harus menyaring mana yang sesuai syari’at dan mana yang tidak. Kalau toh ada pembicaraan yang tidak sesuai dengan nilai islam, di situlah peran kita untuk meluruskan dan menjelaskan kepada teman-teman. Jadi ladang pahala lagi kan?

Satu lagi, akhwat harus memperhatikan penampilan karena Allah menyukai kebersihan dan keindahan. Busana muslim yang santun dan syar’i nggak melulu polos berwarna hitam atau putih kok. Tapi bukan berarti akhwat kudu berdandan berlebihan yang mentereng, kinclong dan mengundang perhatian kaum adam. Akhwat bisa trendy dengan mengenakan pakaian bersih, rapi, tidak ketat, tidak tipis, dan bermotif atau berwarna yang dapat menunjukkan kharisma seorang akhwat. Meski gaul, jangan pakai motif tengkorak deh, ntar malah jadi norak. Hehe.. Oh ya, Akhwat juga harus memperhatikan kesehatan kulit, wajah, dan badannya. Sesekali memanjakan diri di salon muslimah atau berenang di kolam renang akhwat yang bertebaran di kota-kota besar, bisa menjadi salah satu alternatif merawat diri.

Mau jadi akhwat gaul yang islami nan syar’i? Ini dia beberapa tips and trics-nya:

–  Buka mata, buka telinga. Buka hati, buka pikiran. Perluas wawasan kita tentang berbagai hal, sehingga pikiran menjadi kian cerdas dan hati kian lapang oleh cahaya ilmu dan amal.

–  Perbanyak teman, kurangi lawan. Banyak kenalan, banyak pula ladang amal kebaikan.

–  Perkuat iman. Para akhwat tetap harus memompa keimanan. Jangan sampai menjadi futur dan terseret arus keburukan.

–  Be your self, galz. Pegang erat komitmen dalam diri untuk menjadi muslimah sejati. Sehingga meski berada di tengah gelombang modernisasi, tetap dapat tegar memegang panji syari’at islam tanpa tergoyahkan.

Ingatlah kawan, cantik lahir bukanlah ukuran, tetapi cantik hati memikat semua orang. Dan yang utama berbudi pekerti, seperti yang Rasul contohkan. Akhwat gaul nan syar’i kan senantiasa menjadi kecintaan Ilahi. Salam cantik nan islami, semoga Allah senantiasa meridhoi 🙂

About maritsaniswah

Jilbaber Surabaya | Love Allah n Rasulullah | Still learning a lot about many things

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s